Dalam Frostpunk, menjaga sebuah kamp pascaapokaliptik hanyalah satu dari sekian banyak tugas yang harus Anda selesaikan. Di sepanjang game pembangunan kota yang menegangkan ini, Anda juga harus bergulat dengan hati nurani.
Bencana lingkungan telah menjerumuskan dunia ke dalam musim dingin abadi, tetapi Anda menemukan sebuah tungku asap raksasa yang dapat menyediakan panas dan energi untuk kamp Anda yang sedang berkembang pesat. Namun, agar tungku ini dapat terus bekerja, Anda harus mengambil risiko dengan mengirim orang untuk pergi memanen sumber daya, kemudian membangun gedung-gedung untuk mengubah sumber daya tersebut menjadi pasokan.
Laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berdatangan ke kota Anda sama pentingnya dengan material yang mereka panen—dan mereka punya insting bertahan hidup sendiri. Misalnya, jika Anda memberlakukan terlalu banyak peraturan yang tidak mereka sukai, maka mereka akan memberontak. Tetapi jika Anda menolak untuk mengambil keputusan yang sulit, masa depan kota ini akan terancam.
Bagaimana Anda dapat menciptakan keseimbangan? Dengan cara menulis Book of Laws (Kitab Undang-Undang) yang baik. Mewajibkan waktu kerja 24 jam dan memberikan sup tiga kali sehari sebagai makanan (dapat memberi makan lebih banyak orang!) mungkin bukan kebijakan yang menyenangkan, tetapi hal-hal ini akan membuat kota terus berjalan. Agar komunitas ini tetap bertahan di tengah bencana, Anda harus memberlakukan peraturan yang lebih luas—yang mencakup semuanya, mulai dari keamanan hingga cara orang beribadah.
Pilih dengan bijak dan Anda akan mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat—serta peluang bertahan hidup yang lebih baik bagi semua orang!
