KARYA ANAK BANGSA

Suara dari Indonesia

Pendiri Noice berbagi audio Indonesia yang terasa bagai rumah.

Ketika aplikasi streaming podcast dan radio Noice diluncurkan pada tahun 2019, dunia audio Indonesia sudah berkembang pesat, tetapi ekosistemnya belum siap untuk tipe konten yang ingin diusung platform tersebut. “Lanskap audio Indonesia masih sangat didominasi oleh musik, dan industri audio nonmusik, terutama podcast, masih baru dan terfragmentasi,” ujar Rado Ardian, CEO Noice. “Saat itu, konten audio on-demand selain musik cukup sulit untuk ditemukan.“

Kesenjangan itulah yang menjadi alasan utama lahirnya Noice. Di sini, kami berbincang dengan Rado tentang ruang yang telah ia ciptakan untuk berbagi dan menemukan suara-suara dari Indonesia, serta beberapa audio favoritnya untuk didengarkan di aplikasi ini.

Mengkurasi Suara-Suara Lokal

Kini, Noice telah diunduh sebanyak lima juta kali, dengan para pendengar menghabiskan rata-rata 110 menit setiap hari di aplikasi ini. Namun, yang membuat platform ini begitu khas Indonesia bukanlah skala atau genrenya—melainkan kedekatan yang terasa dari kisah-kisahnya.

Kisah-kisah Indonesia di Noice dihadirkan melalui konten yang berakar kuat pada budaya lokal, komunitas, dan pengalaman sehari-hari. Para kreator kami secara aktif mengangkat kisah-kisah hiperlokal, percakapan sosial, dan tren berita terkini, sehingga menghadirkan perspektif yang terasa dekat dan relevan bagi para pendengar di Indonesia.
Rado Ardian, CEO Noice

Bingung mau mulai mendengarkan dari mana? Inilah suara-suara yang selalu didengarkan kembali oleh Rado—baik untuk perjalanan panjang, malam yang tenang, maupun momen-momen di antaranya.


Trio Kurnia

Jika ada satu hal yang dicari orang Indonesia setelah seharian berpuasa, itu adalah sesuatu yang terasa akrab. Trio Kurnia menghadirkan itu. Meskipun dibawakan oleh tokoh-tokoh ternama dunia hiburan Vincent Rompies, Deddy Mahendra Desta, dan Andre Taulany, acara ini memadukan humor yang kisruh, lelucon internal, dan observasi sehari-hari menjadi obrolan yang terasa bukan seperti podcast, melainkan seperti sedang berkumpul dengan teman-teman.

“Daya tarik mereka bukan sekadar tentang siapa mereka, tetapi juga tentang apa yang mereka bicarakan: kehidupan sehari-hari, lingkaran sosial, tren terkini, dan kisah-kisah pribadi yang tak akan didengar di tempat lain,” kata Rado.

Mengapa ini cocok untuk Lebaran: “Karena Lebaran butuh gelak tawa juga, bukan hanya opor ayam dan pertanyaan-pertanyaan canggung dari keluarga.”

Waktu terbaik untuk menyimak: “Saat bersantai sepulang kerja atau sekolah—atau saat terjebak macet.”

Yang akan Anda rasakan: “Senang dan terhibur.”


Adsfort Film

Meskipun audio tetap menjadi inti sari Noice, penceritaan di platform ini tidak berhenti sampai di situ. Adsfort merepresentasikan gelombang baru kreator Indonesia: para sineas yang menggunakan ruang digital untuk menceritakan kisah-kisah yang terasa begitu familier.

Judul yang melambungkan nama mereka, Keluarga Suami Adalah Hama, begitu mengena justru karena kejujurannya. “Film ini mengeksplorasi dinamika keluarga dan hubungan pasangan yang familier, yang dialami banyak orang Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mereka,” kata Rado. Dan saat momen Lebaran, tema-tema tersebut terasa semakin relevan.

Mengapa ini cocok untuk Lebaran: “Karena Lebaran adalah saat kisah-kisah keluarga terasa paling relevan.”

Waktu terbaik untuk menyimak: “Di malam hari, setelah kumpul keluarga atau saat bersantai di rumah.”

Yang akan Anda rasakan: Reflektif, emosional, dan terasa begitu dekat.


Podcast Bahlul

Untuk momen-momen yang butuh keceriaan murni, Podcast Bahlul menyajikan kekacauan yang seru dan tanpa filter. Dipandu oleh penyiar radio ternama Sahil Mulachela dan Kamal Rasyid, acara ini mengusung persona jenaka penjual parfum Arab, menyambut deretan tokoh publik dan artis ke dalam obrolan absurd tanpa skrip.

“Podcast Bahlul terasa istimewa berkat spontanitas dan autentisitasnya,” kata Rado. “Obrolannya mengalir tanpa skrip, jujur, dan benar-benar seru.” Konten semacam ini sangat pas untuk mengisi sela-sela momen Lebaran—saat bepergian, beristirahat, atau berkumpul bersama keluarga di tengah gelak tawa yang memenuhi ruangan.

Mengapa ini cocok untuk Lebaran: “Karena ini sangat pas untuk momen kebersamaan keluarga dan mudah menghadirkan gelak tawa.”

Waktu terbaik untuk menyimak: “Saat dalam perjalanan, bersantai di rumah, atau berkumpul bersama keluarga dan teman.”

Yang akan Anda rasakan: “Ringan, santai, dan terhibur.”


Scary Things

Sedang ingin mendengar cerita yang bikin merinding? Scary Things mengangkat tradisi berbagi cerita hantu yang telah lama melekat bagi masyarakat Indonesia, yang kini dikemas ulang dalam format audio.

Scary Things menghadirkan kembali pengalaman kebersamaan dalam menyimak mitos lokal dengan cara yang modern,” ujar Rado. Di malam-malam Ramadan, suasana imersifnya terasa makin mencekam. “Keheningan, kesunyian, dan durasi malam yang lebih panjang mempertajam pengalaman ini.”

Mengapa ini cocok untuk Lebaran: “Karena momen libur panjang menciptakan suasana yang sempurna bagi cerita untuk terasa lebih imersif.”

Waktu terbaik untuk menyimak: “Larut malam, di ruangan yang sunyi.”

Yang akan Anda rasakan: “Ngeri, merinding, dan rasa penasaran.”