BERANI BERMIMPI

Membuat App & Game Jadi Realita

Temui para pengembang gemilang yang wujudkan mimpi kreatif mereka.

Pernah bermimpi untuk membuat aplikasi atau game sendiri? Para pengembang indie berikut ini juga pernah—dan mereka mengubah mimpi itu jadi nyata dengan bantuan berbagai aplikasi lain. Beginilah cara mereka melakukannya.

Pendongeng untuk Anak-Anak

Pengembang: Jieyu Yong, pendiri Peekabook, dan Xin Li Lee, ilustrator
Mereka menciptakan: The Neighbourhood, sebuah buku cerita interaktif dalam Peekabook

Peekabook memuaskan rasa ingin tahu buah hati Anda melalui buku cerita digital orisinal seperti The Neighbourhood, yang menghadirkan tur interaktif menyusuri jalan-jalan Singapura yang penuh dengan warisan budaya. Anak-anak bisa bereksplorasi menggunakan lingkaran virtual yang dipasangkan dengan aplikasinya untuk melihat berbagai bangunan dan bertemu para penduduk setempat, seperti sang master tai-chi yang sedang menjalani rutinitas pagi serta sekelompok uncle yang asyik mengobrol di kopitiam.

Kami melihat Peekabook sebagai pendamping yang menghibur, edukatif, serta sehat dalam pembelajaran dan penjelajahan tentang dunia kita.
– Jieyu Yong, pendiri Peekabook

“Sebagai orang tua, saya berkeyakinan bahwa kami harus mengajari anak-anak kami untuk mengelola hubungan mereka dengan perangkat elektronik dan menggunakannya dengan cara-cara yang bermanfaat,” kata pendiri Peekabook, Jieyu. “Kami melihat Peekabook sebagai pendamping yang menghibur, edukatif, serta sehat dalam pembelajaran dan penjelajahan tentang dunia kita.”

Aplikasi andalan: Procreate

Kiat pro: Xin menggunakan Procreate yang dipasangkan dengan Apple Pencil untuk mengilustrasikan buku cerita. “Desain Procreate yang naluriah membuat semuanya terasa mulus, mulai dari membuat sketsa hingga mengetuk AirDrop atau aplikasi-aplikasi seperti Dropbox dan OneDrive untuk mengunggah file ke cloud untuk penggunaan multiplatform,” papar Xin. Baru mulai menggunakan aplikasi sketsa ini? “Tonton video-video YouTube yang memberikan panduan langkah demi langkah, atau luangkan waktu untuk menjelajahi berbagai fitur yang ada di Procreate,” sarannya.


Ilustrator yang Berjiwa Bebas

Pengembang: Brigitta Rena, kepala pengarah artistik Mojiken Studio
Ia menciptakan: When The Past Was Around

Bermain sebagai Eda di When The Past Was Around (WTPWA) akan membawa Anda menjelajahi berbagai ruangan, memecahkan aneka teka-teki, dan membuka memori-memori tentang Owl—kekasihnya, pemain biola yang telah meninggal dunia. Game yang berbasis cerita ini mengemas perjalanan tentang duka, penerimaan, dan penyembuhan dengan puitis lewat gambar hasil goresan tangan yang mendetail serta iringan musik nan menggugah.

Kami ingin memberi kesan nostalgia [seperti] saat melihat album foto atau lukisan lama.
– Brigitta Rena, kepala pengarah artistik Mojiken Studio

“Kami ingin memberi kesan nostalgia [seperti] saat melihat album foto atau lukisan lama,” ujar Brigitta, pencipta karya seni utama yang dijadikan referensi saat tim Mojiken Studio yang berbasis di Indonesia mengembangkan game tersebut. “Kesannya memang agak usang, dengan saturasi rendah dan seakan ada bintik-bintik debu di atasnya—namun tetap menghadirkan perasaan hangat.”

Aplikasi andalan: Pinterest untuk membuat mood board dan menemukan inspirasi mode untuk karakter-karakternya.

Kiat pro: Brigitta memikirkan kata-kata kunci yang menentukan kepribadian atau karakter sebuah game (untuk WTPWA, kata-katanya adalah romansa, kegelisahan, dan masa lalu). Dengan menggunakan kata-kata kunci tersebut, ia mencari beragam ilustrasi dan gambar yang direkomendasikan di Pinterest. “Saya juga membuat mood board [di Pinterest] untuk gaya berpakaian Eda dan Owl. Ini berguna saat saya mendelegasikan tugas ke seniman-seniman lain di tim saya—mereka juga bisa menambahkan referensi lain ke papan tersebut dan bereksperimen.”


Sang Arsitek Permainan

Pengembang: Jakob Lykkegaard, pendiri Lykke Studios
Ia menciptakan: Stitch di Apple Arcade

Ide untuk Stitch berawal dari postingan di media sosial oleh seorang seniman sulam. “Kami terinspirasi oleh keindahan seni menyulam dan ingin menghadirkan kembali pengalaman tersebut di layar,” ujar Jakob, pendiri Lykke Studios yang berbasis di Thailand. Untuk mendesain permukaan yang bertekstur rumit, timnya berkolaborasi dengan seorang seniman sulam asal Thailand.

Kami terinspirasi oleh keindahan seni menyulam dan ingin menghadirkan kembali pengalaman tersebut di layar.
– Jakob Lykkegaard, pendiri Lykke Studios

Somjade Chunthavorn dan Piyathida Pondpitchyapong—kepala pengarah seni dan seniman pemidangan di Lykke Studios (dan juga sepasang suami-istri)—membuat sketsa dan jala grafik 3D untuk ring sulam sambil memasukkan referensi lokal sebisa mungkin. Hasilnya adalah persilangan yang menawan antara teka-teki kasual, latihan meditatif, serta proyek kerajinan tangan. Aplikasi ini adalah salah satu pemenang untuk kategori Inklusivitas di Apple Design Awards tahun ini.

Aplikasi andalan: Morpholio Trace untuk menggambar sketsa-sketsa perspektif dan membuat aneka desain 3D.

Kiat pro: Aplikasi menggambar arsitektur ini menggabungkan kepraktisan menggambar sketsa di mana saja dengan teknologi CAD yang presisi. “Menambahkan sketsa antarmuka di bawah lembaran lain jadi sungguh cepat, [misalnya] menggambar tombol-tombol yang mungkin akan berguna di atas fitur-fitur lain,” ujar Jakob.


Para Pembuat Game Nyentrik

Pengembang: Shawn Beck dan JT Yean, para pendiri Weyrdworks
Mereka menciptakan: WarPods

Dalam game berbasis giliran, WarPods, Anda berkesempatan untuk menyelamatkan galaksi dengan menghancurkan balok-balok berisi makhluk-makhluk luar angkasa unik yang haus perang. Yang perlu Anda lakukan hanya membidik dan menembak. Dan seiring peningkatan level, Anda akan membuka lebih banyak karakter nyentrik. Apakah Anda akan jadi kapten bajak laut? Seorang (atau seekor?) dokter kucing? Atau seekor ayam bernama Cluck?

Kami ingin para pemain merasa seperti melangkah ke dunia yang penuh warna dan fantastis saat mereka memainkan game kami.
– Shawn Beck, rekan pendiri Weyrdworks

“Gaya seni kami sangat dipengaruhi oleh keajaiban dan imajinasi kekanak-kanakan seperti yang ada dalam film-film kartun di Sabtu pagi,” kata Shawn. “Kami ingin para pemain merasa seperti melangkah ke dunia yang penuh warna dan fantastis saat mereka memainkan game kami.”

Aplikasi andalan: Notion untuk manajemen proyek, berbagi file, dan basis pengetahuan tim.

Kiat pro: Aplikasi produktivitas Notion sangat berguna bagi tim Weyrdworks. “Dipasangkan dengan Pintasan Siri, kami menggunakan Notion untuk merangkum aneka ide dan catatan singkat,” ujar Shawn. “Kemampuan aplikasi ini dalam pembuatan basis data juga memungkinkan kami untuk memanfaatkannya sebagai prototipe backend game, tempat kami dapat menarik data live untuk digunakan dalam game kami. Halaman Notion juga dapat dibagikan di web, sehingga Anda dapat membuat public roadmap untuk para pemain, kit berisi materi pers untuk game, maupun keseluruhan halaman web game.”